“Ini jalanan jika dibiarkan terus seperti ini, lama-lama akan terputus. Akses jembatan kecil akan hancur, mulai dari drainase juga sudah mulai pecah-pecah,” ujar Odi, Kamis (22/10/2026).

Keluhan serupa disampaikan Adili, salah seorang pengendara yang setiap hari harus melintasi jalan tersebut untuk menuju ke kebun. Menurutnya, kondisi jalan rusak telah berlangsung hampir 5 tahun dan semakin memburuk, terutama ketika hujan turun.

“Ini jalan sudah hampir 5 tahun begini terus, sudah semakin rusak. Apalagi kalau datang hujan, tidak ada harapan. Di situ ada deker yang menghubungkan jalan juga. Kalau datang lagi banjir, tidak tahu bagaimana keadaannya,” kata Adili.

Ia juga mengungkapkan, setelah banjir besar melanda wilayah tersebut, warga belum mendapatkan perhatian yang memadai untuk pemulihan kondisi jalan. Adili menyebut, bantuan yang pernah diterima masyarakat hanya berupa mie instan.

Kondisi tersebut menambah kekhawatiran warga terhadap keberlanjutan akses transportasi di desa mereka. Kerusakan jalan dan saluran drainase yang disebut mulai pecah dinilai perlu mendapat perhatian, terlebih ketika banjir kembali terjadi.