Kepribadian palsu adalah sebuah topeng/wajah yang dipakai ketika menghadapi publik. Hal tersebut pada akhirnya mencerminkan persepsi masyarakat mengenai peran yang harus dimainkan dalam hidupnya. Jung percaya bahwa setiap manusia  terlibat dalam peranan tertentu yang dituntut oleh dunia sosial.

Misalnya seorang politikus diharapkan menampilkan muka penuh keyakinan untuk memenangkan suara masyarakat dan aktor dituntut untuk memamerkan gaya hidupnya sesuai dengan keinginan publik (Jung dalam Feist & Feist, 2010).

Namun jika kepribadian palsu  dipakai secara berlebihan tanpa menghadirkan sosok asli dalam diri kita maka akhirnya tidak akan sehat secara psikologis, dan hal tersebut tentunya bisa berakibat fatal untuk kelangsungan hidup.

Jika kita terlalu sering menggunakan Kepribadian palsu maka akan membuat diri kita asing dengan diri sendiri dan perasaan sendiri yang akhirnya bisa menjadi manusia palsu, yang tentunya bukan manusia yang otonom.

Namun perlu diingat, wajah asli para aktor politik akan terkuak, seiring dengan keberadaan kekuasan. Sebagaimana, Abraham Lincoln sampaikan, "Jika Anda Ingin Menguji Karakter Seseorang, Maka Berilah Dia Kekuasaan." (*)