Direktur Perumda Air Minum Tirta Sugi Laende, Muhamad Nurhayat Fariki menerangkan, pihaknya saat ini tengah mempersiapkan pelayanan berbasis digitalisasi. Enam orang karyawannya telah diutus mengikuti pelatihan di Perumda Tirta Raharja Bandung, Jawa Barat.

"InsyaAllah ke depan, semua yang menyangkut pelayanan sistem online. Pelanggan tidak repot-repot lagi ke kantor untum membayar tagihan atau lainnya. Cukup menggunakaan aplikasi yang bisa diakses melalui handphone (HP) masing-masing," kata Nurhayat Fariki, di sela-sela acara syukuran perubahan nama PDAM ke Perumda, Kamis (20/6/2024).

Pria yang karib disapa Yayat itu mengaku, saat ini juga pihaknya akan mentransformasikan diri untuk membuka usaha lain di bidang air minum seperti, air kemasan dan pengolahan limbah.

"Kondisi air kita sangat baik. Untuk rencana jangka panjang usaha baru itu, kami butuh sokongan dana dari Pemerintah Daerah (Pemda)," ujarnya.

Sejak tahun 2016 hingga saat ini, penyertaan modal dari Pemda nilainya mencapai Rp 50 miliar. Namun, yang baru teralisasi sebesar Rp 5 miliar. Hal tersebut dikarenakan, disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.