"Semua gambar di dalam gua itu melambangkan aktivitas keseharian mereka, misalnya gambar babi, rusa, dan telapak tangan. Karena ada gambar layang-layang, berarti pada masa itu sudah ada kegiatan bermain layang-layang," jelasnya.
Agung menilai lukisan di Gua Sugi Patani menjadi petunjuk penting mengenai usia tradisi tersebut. Gambar pada dinding gua, termasuk gambar tangan, rusa, dan layang-layang, disebut dibuat menggunakan getah kayu.
Ia mengatakan, Kaghati Kolope telah menjadi bahan penelitian, salah satunya oleh peneliti asal Jerman, Wolfgang Bieck. Berdasarkan temuan gambar di gua tersebut, Agung menyebut layang-layang dari Muna dapat dikategorikan sebagai salah satu yang tertua di dunia.
Penulis: Rinanda Natalia
Editor: Ahmad Jaelani
