Memurut Al Qurthubi, ayat pertama ini bermakna bahwa Allah adalah Maha Esa, tidak ada satu pun yang serupa dengan-Nya, tidak ada yang sebanding dengan-Nya, tidak mempunyai istri dan anak, serta tidak ada sekutu bagi-Nya.

Pada ayat kedua, Allah memiliki sifat Ash Shamad yang bermakna tempat meminta segala sesuatu.

Maksud ayat kedua tersebut, menurut Tafsir Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al Azhim, yaitu seluruh makhluk memiliki ketergantungan kepada Allah dalam semua kebutuhan hingga permasalahan hidupnya.

Mengutip situs Takmir Masjid Ramadhan Malang, Abu Hurairah mengatakan bahwa arti Ash Shamad adalah segala sesuatu membutuhkan dan berkehendak kepada Allah, berlindung pada-Nya.