Sebaliknya, Allah tidak membutuhkan perlindungan pada sesuatu apa pun.
Pada ayat ketiga Allah berfirman, "Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan."
Makna ayat tersebut adalah Allah tidak beranak dan Allah tidak memiliki sekutu. Ayat ini dengan tegas menolak pendapat seperti malaikat adalah anak perempuan dari Allah atau pun Nabi Isa merupakan anak Allah.
Terakhir, di ayat keempat Allah berfirman, "dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
Makna ayat ini menurut Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di, adalah tidak ada kesetaraan apa pun dengan Allah dalam urusan nama, sifat, dan perbuatan.
