“Konten positif diharapkan dapat menangkal kabar tidak benar atau hoaks terkait dengan Program MBG di media sosial,” katanya.

Baca Juga: Ramai BGN Naikkan Anggaran MBG Rp 30 Ribu Seporsi, Begini Alasannya

Ia menambahkan, BGN tidak ingin kalah cepat dari penyebaran informasi negatif. Karena itu, setiap Koordinator Regional (Kareg) dan Koordinator Wilayah (Korwil) harus menjadi sumber informasi resmi yang aktif memberikan klarifikasi terhadap isu di lapangan.

“Kita tidak boleh kalah cepat dari hoaks. Koordinator Regional dan Koordinator Wilayah harus jadi sumber informasi resmi, dan cepat mengklarifikasi isu di lapangan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nanik menilai bahwa maraknya berita miring dan disinformasi terkait MBG muncul karena lemahnya respons cepat dari pelaksana daerah terhadap isu yang beredar. Ia mendorong agar setiap pelaksana mampu beradaptasi dengan dinamika komunikasi publik yang berkembang cepat di era digital.