“Banyaknya berita miring dan disinformasi tentang MBG di media sosial muncul karena lemahnya respons cepat dari pelaksana daerah,” ujarnya.

Nanik menjelaskan bahwa konten yang berpotensi viral dan layak mendapatkan apresiasi bukan semata diukur dari jumlah penonton atau penyebaran luas, tetapi juga dari substansi pesan yang mendidik, informatif, dan membangun optimisme publik.

Konten yang dimaksud meliputi berbagai aspek, seperti:

1. Aktivitas dapur MBG di sekolah-sekolah – memperlihatkan proses pengolahan makanan bergizi, keterlibatan petugas, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan pangan.

Baca Juga: Duit Jumbo MBG Tak Terserap Maksimal di 2025, BGN Kembalikan Rp 70 Triliun ke Presiden Prabowo