Kepala BGTK Sultra, Surip Widodo, mengatakan bahwa tantangan saat ini bukan lagi sekadar menyediakan perangkat digital, tetapi memastikan guru mampu menciptakan konten yang relevan untuk sekolah masing-masing.
"Selama ini guru memakai konten yang sudah ada, dan sering konten itu tidak cocok untuk kondisi sekolah. Untuk menyambut digitalisasi, kita harus menambah konten yang cocok. Dari BGTK Sultra, inovasinya adalah mendorong guru untuk membuat konten sendiri,” ujar Surip, Senin (8/12/2025).
Ia menegaskan, setiap peserta akan menghasilkan dua produk pembelajaran, yaitu Multimedia Pembelajaran Interaktif dan Game Edukasi yang bisa dimanfaatkan langsung dalam pembelajaran.
Kedua produk tersebut nantinya akan diunggah ke Rumah Pendidikan dan dapat diakses guru-guru di seluruh wilayah.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Surip menyebutkan bahwa 42 peserta kali ini adalah individu yang dipilih langsung berdasarkan ketelitian, kekritisan, kemampuan berkembang, dan hasil pengamatan pribadi selama menghadiri berbagai kegiatan daerah.
