"Saya memilih guru yang kritis dan mau untuk berkembang, banyak talenta yang tidak diberi kesempatan. Saya ingin memberi ruang itu,” tegas Surip.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Dorong Transformasi Rumah Sakit di Sulawesi Tenggara
Ia juga mengungkapkan banyak peserta merupakan wajah baru dan guru muda yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan konten digital pembelajaran.
Oleh karena itu, 42 peserta ini akan menjadi binaan jangka panjang hingga Oktober 2026 dan akan diperkenalkan langsung kepada kepala daerah serta dinas pendidikan masing-masing pada kegiatan penyelarasan program tahun depan.
"Saya ingin mereka muncul, dikenal, dan menjadi kompetitor baru. Ini penting supaya guru-guru kita tidak berada di zona nyaman. Era digital saat ini memang mengharuskan kita untuk berubah,” tambahnya.
