"Cetak uang itu kan hal yang normal. Setiap tahun kita cetak uang," kata Destry.
Menurut Destry, proses pencetakan berlangsung secara bertahap. BI terlebih dahulu memperhitungkan kebutuhan uang kartal dalam periode tertentu sehingga produksi tidak dilakukan sekaligus pada awal atau akhir tahun.
"Harus selalu yang tiap tahun itu ada masanya. Jadi mencetak itu nggak langsung jebret di awal tahun atau di akhir tahun, tapi ada tahapan-tahapannya. Karena biar gimana kan kebutuhan uang kartal itu masih ada," ujarnya.
Kebutuhan uang tunai tersebut masih terdapat di sejumlah daerah yang belum sepenuhnya didukung layanan pembayaran digital. Kondisi jaringan telekomunikasi menjadi salah satu faktor yang membuat uang kartal tetap diperlukan masyarakat.
"Khususnya untuk teman-teman kita yang masih ada di daerah, di luar jangkauan yang sinyalnya juga byar pet (nyala-hidup) gitu ya. Jadi itu hal yang biasa," katanya.
