Dalam menentukan jumlah uang yang diterbitkan, BI juga melakukan pembahasan bersama pemerintah. Koordinasi tersebut berkaitan dengan target uang beredar dan kebutuhan penerbitan uang kartal selama satu periode.

"Sepanjang di awal itu selalu kita ada bicarakan dengan pemerintah, kira-kira berapa target dari uang beredar yang nanti akan di dalam satu periode," tutur Destry.

Pembahasan mencakup kebutuhan penerbitan uang kertas maupun uang logam. Perencanaan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan jumlah uang yang akan diedarkan dengan kebutuhan masyarakat.

"BI punya target money supply seperti ini, pemerintah punya target issuance seperti apa, nah itu kemudian kita diskusikan termasuk di situ adalah berapa banyak BI berencana untuk mengeluarkan uang kartal atau mencetak uang kertas dan uang logam," pungkasnya.

Uang rupiah yang menjadi perhatian tersebut merupakan pecahan Rp 100 ribu dengan desain Tahun Emisi 2022. Meskipun menggunakan desain yang sama, uang itu memiliki tahun cetak 2026.