Kemudian untuk Sumatera, mencapai Rp 25,94 triliun atau 17 persen, Sulapua, (Sulawesi dan Papua), mencapai Rp 10,85 triliun atau 7 persen, Kalimantan Rp 10,40 triliun dan Bali-Nustra mencapai Rp 5,58 triliun.
“Perputaran uang kartal itu memang terpusat di wilayah Jabodetabek, yaitu hampir mencapai 27 persen. Kemudian kita melihat bahwa wilayah agak tertinggi adalah Jawa Barat sekitar 11 sampai 17 persen atau sekitar Rp 12,01 triliun,” ujar Marlison.
Baca Juga: Pinjaman Pemkab Muna Rp 401 Miliar Tinggal Menunggu Pencairan
Sementara itu, wilayah yang terendah untuk kebutuhan uang kartal selamat Idul Fitri tahun ini adalah wilayah Papua Barat yaitu dengan penyaluran terendah sebesar Rp 0,32 triliun.
Marlison mengatakan,untuk penukaran uang baru tahun ini BI tidak menyediakan tempat penukaran uang baru secara individu. Namun bila masyarakat ingin menukar uang, dipersilakan menukarnya ke bank. Hal ini untuk mengurangi dampak berkumpulnya warga.
