"Pelatihan itu muaranya agar desa bisa melaporkan penanganan serta pencegahan COVID-19 dan stunting setiap hari di desa melalui aplikasi yang terkoneksi langsung dengan kementrian," ungkapnya.
Sementara itu, Saraba, tenaga ahli pembangunan partisipatif kabupaten menerangkan, dari 124 desa, yang mengikuti kegiatan itu hanya 116. Masing-masing desa mengutus dua orang yakni, sekretariat desa dan KPM. Mereka mengikuti pelatihan eDMC dan eHDW.
"Biaya kegiatan dibolehkan menggunakan APBDes," pungkasnya.
Reporter: Sunaryo
Editor: Haerani Hambali
