Raden Ajeng Kustiyah Wulaningsih Retno Edi, atau Nyi Ageng Serang, adalah keturunan Sunan Kalijaga. Lahir pada tahun 1752, ia melawan penjajah bersama ayah dan kakaknya. Setelah kematian kakaknya, ia tetap memimpin pasukan di usia 73 tahun dan menjadi penasihat Pangeran Diponegoro. Nyi Ageng Serang meninggal dunia akibat malaria dua tahun sebelum Perang Diponegoro berakhir.
13. Opu Daeng Risadju dari Sulawesi Selatan
Opu Daeng Risaju, lahir pada tahun 1880, berperan besar dalam perlawanan terhadap tentara NICA di Belopa. Ia memobilisasi para pemuda untuk melawan tentara NICA, yang merupakan tentara dari penjajah Belanda, menunjukkan keberaniannya yang luar biasa.
14. Nyai Ahmad Dahlan dari Yogyakarta
Siti Walidah, atau Nyai Ahmad Dahlan, adalah tokoh emansipasi perempuan yang berpartisipasi dalam diskusi perang bersama Jenderal Sudirman dan Presiden Soekarno. Ia mendirikan perkumpulan Sopo Tresno pada tahun 1914, yang fokus pada dakwah, pendidikan, dan sosial.
