Baca Juga: Kursi Panas Politisi NasDem Ahmad Sahroni di Komisi III DPR Terjungkal Usai Sebut Rakyat Tolol

Melansir CNBC Indonesia, Sabtu (30/8/2025), salah satu pemicu pembubaran kala itu adalah perdebatan panjang mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pemerintah mengajukan Rp 44 miliar, namun DPR hanya menyetujui Rp 36 miliar. Akibat kebuntuan tersebut, Soekarno memilih jalan tegas dengan membubarkan DPR dan menggantinya dengan DPR Gotong Royong (DPR-GR), yang seluruh anggotanya ditunjuk langsung olehnya.

Langkah Soekarno memunculkan kontroversi karena DPR yang dibubarkan merupakan hasil pemilu demokratis pertama Indonesia.

Bahkan, pembentukan DPR-GR memperkuat posisi Partai Komunis Indonesia (PKI) sementara partai-partai Islam justru mengalami penurunan jumlah kursi.