"Termasuk tidak menggunakan alat-alat makan bersama dengan orang lain serta menghindari kontak anak-anak kita dari orang yang sakit agar anak-anak kita tetap sehat," terang Prof Hanifah.

Sementara itu, Epidemiolog Dicky Budiman dari Universitas Griffith Australia, mendasarkan dugaan hepatitis akut misterius menular lewat pernapasan pada temuan kasus yang sebagian besar dialami anak-anak.

Baca Juga: Lakukan Cara Ini Cegah Mata Minus Tanpa Harus Pakai Kacamata

Ia meyakini, ada kemungkian anak-anak tersebut terinfeksi varian baru SARS-CoV-2, penyebab COVID-19, yang belum terdeteksi.

"Anak ini kan telat banget dapat vaksin. Baru belakangan dapat vaksin itupun di atas 6 tahun itu belum banyak yang mendapat dua dosis, ketika hadir varian yang lebih cepat Omicron dan sebagainya, mereka menjadi korban," beber Dicky kepada detikcom.