Selain itu, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI dr Muzal Kadim, SpA(K), menyebut kemungkinan hepatitis akut misterius menular lewat pernapasan hingga saat ini masih sebatas dugaan.
Namun yang pasti, seperti halnya COVID-19, risiko penularan lewat pernapasan bisa dicegah dengan protokol kesehatan.
"Protokol untuk COVID-19 ini seperti pakai masker, jaga jarak, untuk mengurangi risiko selain COVID-19 sendiri juga untuk mengurangi risiko penularan (hepatitis) melalui droplet meskipun ini masih dugaan," kata dr Muzal.
Baca Juga: Ternyata Ampas Teh Bisa untuk Kecantikan, Berikut Manfaat dan Cara Gunakan
Sebelumnya, mengutip cnbcindonesia.com, penyakit hepatitis akut misterius yang sedang melanda dunia telah masuk ke Indonesia.
