Mangkal di bahu Jl. Sao-Sao, yang lokasinya berada di sekitar pertigaan menuju tugu MTQ. Yang membedakan rujak buatan mereka dengan rujak lainnya adalah buah-buahan yang digunakan cukup banyak dan bervariasi, serta bumbu kacangnya yang diuleg langsung.
Tidak heran banyaknya hilir mudik pembeli yang hampir tak ada habisnya, menandakan Rujak Uleg buatan Pasutri ini cukup digemari banyak orang.
"Jualan udah empat tahun dari tahun 2020, tiga tahun menjual buah, satu tahun menjual rujak," kata Subroto, baru-baru ini.
Untuk satu porsi rujak uleg, Subroto menjualnya dengan harga yang cukup terjangkau, yakni hanya Rp 15.000 per porsi.
"Kadang ada pembeli yang mau rujak untuk satu macam buah saja, ya saya terima," katanya.
