Lebih lanjut kata Asmar, kalaupun ada yang ketahuan mengalami anemia saat mengurus administrasi menikah maka pihaknya akan melakukan pendampingan selama tiga bulan.

“Anemia ini biasanya dialami remaja karena mereka sering mengonsumsi makanan yang instan,” pungkasnya.

Baca Juga: BKKBN Dorong Pejabat Jadi Ayah Asuh Anak Stunting

Untuk diketahui, dikutip dari kemkes.go.id, anemia pada remaja akan menyebabkan timbulnya masalah kesehatan seperti penyakit tidak menular, produktivitas dan prestasi menurun, termasuk masalah kesuburan.

Remaja putri yang menderita anemia berisiko menjadi wanita usia subur yang anemia selanjutnya menjadi ibu hamil anemia, bahkan juga mengalami kurang energi protein. Ini meningkatkan kemungkinan melahirkan bayi berat badan lahir rendah (BBLR) dan stunting, komplikasi saat melahirkan serta beberapa risiko terkait kehamilan lainnya. (B-Adv)