KENDARI, TELISIK.ID – Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat Indonesia adalah tingginya angka stunting. Sehingga Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak semua pihak terlibat aktif untuk melakukan pencegahan stunting.

Untuk mensukseskan pencegahan stunting, BKKBN menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dalam program membangun ketahanan keluarga dan pencegahan generasi stunting.

Program tersebut dilakukan melalui kegiatan bimbingan perkawinan yang ada di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.

Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara (Sultra), Asmar, M.Si mengatakan, dalam kegiatan bimbingan perkawinan yang diikuti kedua calon pengantin di KUA, salah satu materi yang disampaikan adalah pemahaman tentang stunting.

Selain kedua calon pengantin diskrining tiga bulan sebelum menikah, mereka juga menjalani pemeriksaan untuk memastikan bahwa kedua calon pengantin sudah siap menikah. Sementara khusus bagi calon mempelai perempuan, dipastikan juga sudah bisa hamil atau belum.