Tidak hanya memberikan pelatihan dan edukasi mengenai stunting kepada para Babinsa. Hasto dalam kesempatan tersebut juga akan memberikan data lengkap keluarga berisiko stunting kepada Babinsa untuk mempermudah kerja di lapangan.
“Data keluarga berisiko stunting dengan ciri tidak ada jamban, air bersih nggak ada, rumah kumuh dan mereka itu pasangan usia subur. Kami by name by addrees ada datanya,” kata Hasto.
Baca Juga: Salurkan DAK Fisik Tercepat, Pemkot Kendari Diganjar Penghargaan dari Dirjen Perbendaharaan
Hasto mengatakan, kerjasama dengan TNI sudah dimulai. Sebelumnya Danrem di Kalimantan Tengah menghubungi dirinya perihal kegiatan yang dilakukan untuk percepatan penuruan stunting.
“Jadi waktu itu saya arahkan untuk menghubungi kantor perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah. Setelah itu mereka berdiskusi terkait kegiatan Bapak Asuh Anak Stunting di wilayahnya tersebut,” ujarnya.
