Pada kesempatan yang sama, empat kepala desa atau lurah menyampaikan inovasi dan kebijakan di masing-masing desa/kelurahan sebagai best practice dalam penanganan stunting diantaranya adalah, Desa Sungai Tabuk, Desa Rantau Puri, Desa Talumelito, dan Kelurahan Pondok Labu.

Lurah Pondok Labu Nachnoer Bernier Atom menyampaikan dalam penanganan stunting, Kelurahan Pondok Labu, Jakarta Selatan menggalakan program Umma Berakzi Penting dan membentuk Kelompok Peduli Gizi (KPG) dan Kompas (Kelompok Peduli Atasi Stunting).

Hal ini untuk mempercepat penanganan stunting agar balita segera diberikan kebutuhan yang sesuai dan mengejar tubuh kembang serta status gizi normal pada balita.

Selain itu, percepatan penurunan stunting dilakukan melalui program Bapak Asuh Anak Stunting Go Tuntas Jakarta Selatan dan Gerakan 3P (Pencegahan, Penjaringan, dan Pemulihan), dalam hal ini juga bekerja sama dengan RS Mayapada dan Klinik Anakku IIDI.

Kepala Desa Rantau Puri, Muhamad Havis mengatakan, inovasi Desa Rantau Puri berfokus pada pencegahan anemia pada ibu hamil dengan memberikan kartu Pantarmil (pantau tablet darah ibu hamil) dengan memantau dan memastikan ibu hamil mengkonsumsi tablet tambah darah.