Di mana ada beberapa kasus yang ditemukan berupa kasus gizi buruk yakni di Kelurahan Wale dan Bataraguru.

“Ini menjadi tanggungjawab kita bersama yang sudah diamanahkan oleh Bapak Presiden dan Bapak Wali Kota Baubau,” Samsuri.

Saat ini, terdapat 126 balita berisiko stunting atau sekitar 45,8 persen balita yang ada, yakni di Bataraguru 86 balita, Tomba 27 balita, Wale 13 balita. Di mana tiga kelurahan ini merupakan wilayah yang sangat padat penduduk, adanya kasus gizi buruk yang terjadi di wilayah Kecamatan Wolio umumnya karena disebabkan kondisi ekonomi. Selain itu juga karena disebabkan oleh pola hidup dari keluarga.

"Kasus gizi buruk di Kecamatan Wolio dalam hal ini Kelurahan Bataraguru sejumlah lima kasus gizi buruk sudah menjadi prioritas utama Bapak Wali Kota Baubau untuk melakukan intervensi secara maksimal," kata Kepala Puskesmas Bataraguru, Ajaluddin.

Semantara itu, Koordinator Bidang Adpin Perwakilan BKKBN Sulawesi Tenggara, Agus Salim menyampaikan, berdasarkan Peraturan BKKBN Nomor 12 Tahun 2021 bahwa untuk melaksanakan strategi nasional percepatan penurunan stunting (RAN PASTI), perlu menyusun rencana aksi nasional melalui pendekatan keluarga berisiko stunting.