Lebih lanjut, kata dia, sebenarnya pencegahan stunting ini dilakukan dari hulu ke hilir. Artinya, mulai dari remaja, persiapan menikah, masa kehamilan, anak lahir hingga seribu hari pertama atau dua tahun.

Olehnya itu, ia mengajak para remaja untuk ikut berperan dalam mencegah stunting dengan menjaga kesehatan, pola makan, dan pola hidup.
“Kita lebih baik mencegah stunting sejak remaja, daripada harus mengobati saat sudah terjadi stunting pada anak-anak ke depannya,” ujarnya.
Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Gandeng Masyarakat Kampung KB Percepat Turunkan Stunting
