"Melalui program DASHAT ini, kata dia, keluarga berisiko stunting dapat memperoleh ketersediaan sumber pangan sehat dan padat gizi dan makanan tambahan bernutrisi seimbang melalui pemanfaatan sumberdaya lokal yang dapat dipadukan dengan sumberdaya/kontribusi dari mitra lainnya," kata Faharuddin.
Baca Juga: Realisasi Penanganan Inflasi Muna Barat Capai 64 Persen
Lebih lanjut, Faharuddin menambahan, melalui Inpres No 3 Tahun 2022 pelaksanaan kegiatan Kampung Keluarga Berkualitas dapat lebih optimal, dan menjadi gerakan bersama setingkat desa/kelurahan yang dilaksanakan secara terintegrasi dan konvergen dalam penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dengan seluruh dimensinya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Drs. Asmar, M.Si mengaku, pihaknya terus mendorong terciptanya Kampung Keluarga Berkualitas di kabupaten.
Untuk Buton Utara sendiri terdapat 19 Kampung Keluarga Berkualitas dan sebanyak tiga desa yaitu Desa Laangke, Desa Banu-banua Jaya dan Desa Lemoea telah melakukan launching DASHAT pada bulan Agustus yang lalu.
