KENDARI, TELISIK.ID - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, terus berupaya aktif dalam mengatasi stunting dengan menggalakkan program dapur sehat atasi stunting (dahsat) yang menggunakan pangan lokal.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tenggara, Asmar mengatakan, program dapur sehat bertujuan untuk memastikan anak-anak menerima asupan gizi yang optimal melalui makanan yang sehat dan bervariasi.

Dapur sehat menjadi salah satu solusi konkret dalam mengatasi stunting, masalah gizi kronis yang masih menghantui beberapa wilayah di Sulawesi Tenggara.

Baca Juga: BKKBN Sulawesi Tenggara Rutin Evaluasi Penanganan Stunting Bersama Stakeholder

Dalam upaya meningkatkan gizi anak-anak secara menyeluruh, BKKBN Sulawesi Tenggara mengambil langkah progresif lewat dapur sehat dengan memanfaatkan pangan lokal yang melimpah di berbagai daerah di Bumi Anoa.