Senada dengan itu, Ruwiyah dari Forum Rektor Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara menekankan pentingnya intervensi gizi spesifik dengan kelompok sasaran prioritas seperti Ibu hamil, Ibu menyusui dan anak usia 0-23 bulan.
Selain itu, dengan sasaran penting yakni remaja dan wanita usia subur serta anak usia 24-59 bulan, intervensi gizi sensitif juga diperlukan seperti peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan akses pangan bergizi, peningkatan kesadaran, komitmen, dan praktik pengasuhan dan gizi ibu dan anak.
Kegiatan promosi dan KIE yang juga dihadiri langsung oleh Deputi KS-PK BKKBN RI Nopian Andusti ini menjadi momen diskusi antara BKKBN Sultra dan Kepala Dinas melalui PERKADIS Bangga Kencana untuk berkolaborasi dalam melakukan percepatan penurunan stunting tahun 2024. (A-Adv)
Penulis: Fitrah Nugraha
Editor: Haerani Hambali
