KENDARI, TELISIK.ID - Angka stunting di Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan hasil survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terakhir tahun 2024, prevalensi stunting di daerah ini turun dari sekitar 30 persen menjadi 26,1 persen. Meski demikian, angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional yang saat ini berada di 19,8 persen.

Kepala BKKBN Sultra, Drs. Asmar, M.Si mengatakan, penurunan utu tidak terjadi merata di semua wilayah. Sejumlah kabupaten bahkan mencatat penurunan cukup signifikan, seperti Bombana yang kini berada di kisaran 17 persen.

“Secara provinsi kita turun lebih dari 3 persen. Namun masih perlu kerja keras untuk mendekati standar WHO yang menargetkan di bawah 20 persen,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).

Untuk mempercepat penurunan stunting, BKKBN Sultra menjalankan program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menyasar keluarga berisiko stunting terutama dari kelompok ekonomi rendah.

Dalam program ini, keluarga mampu serta perusahaan melalui CSR didorong menjadi orang tua asuh bagi keluarga sasaran. Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa kebutuhan nutrisi, tetapi juga dukungan non-gizi seperti penyediaan air bersih, perbaikan sanitasi, hingga jamban sehat.