
Di samping itu, Koordinator bidang Adpin Agus Salim, SE. MM, yang memimpin acara tersebut menjelaskan, sosialisasi dilakukan dalam rangka memberikan pengetahuan kepada peserta tentang mekanisme pengisian dan penginputan instrument formulir keluarga risiko stunting (R/1/KRS).
Baca Juga: Berbaju Adat Tolaki, Surunuddin Ikut Upacara Hari Lahir Pancasila Secara Virtual
Hal ini dilakukan melalui aplikasi berbasis excel maupun App Sheet pada aplikasi android dengan baik dan benar, sehingga dapat menghasilkan data keluarga risiko stunting secara valid dan akurat yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan penajaman intervensi terhadap keluarga berisiko stunting.
Agus menambahkan, kegiatan verifikasi dan validasi ini bertujuan untuk menyinkronkan kembali data keluarga risiko stunting pada pendataan keluarga tahun 2021 (PK21) yang dimungkinkan dapat terjadi perubahan pada tahun ini.
