Hasto berharap, generasi muda nantinya dapat melahirkan bayi yang sehat sehingga bonus demografi di tahun 2035 mempunyai potensi yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Sementara itu, Direktur Politeknik Kesehatan Kendari, Teguh Fathurrahman menjelaskan perannya sebagai civitas akademi bidang kesehatan dalam menurunkan tingkat stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Baca Juga: DPRD Sorot PAD, Pemkot Harap Perumda Air Minum Tirta Anoa Bisa Maksimal
Teguh menjelaskan, pihaknya bersama dosen-dosen lain, saat ini melakukan program penanggulangan stunting bagi masyarakat pesisir pantai yaitu dengan membentuk pos kesehatan terpadu.
Program tersebut dilakukan dengan pendampingan bagi keluarga yang mempunyai anak stunting. Program stunting nyatanya juga didukung oleh alokasi anggaran khusus yang dikeluarkan dari dana desa di seluruh Sulawesi Tenggara.
