Ketiga, masih kurangnya akses rumah tangga/keluarga ke makanan bergizi. Hal ini dikarenakan harga makanan bergizi di Indonesia masih tergolong mahal.
Baca Juga: BKKBN Anjurkan Anak Rajin Konsumsi Telur untuk Cegah Stunting
Keempat, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi. Fakta di lapangan saat ini menunjukkan bahwa masih ada 1 dari 5 rumah tangga di Indonesia perilaku buang air besar (BAB) di ruang terbuka, serta 1 dari 3 rumah tangga belum memiliki akses ke air minum bersih.
Olehnya itu, peran kesehatan lingkungan atasi stunting sangat penting. Di sini, peran kesehatan lingkungan, seperti sumber air minum, sanitasi, dan pengelolaan sampah dalam mengurangi stunting anak di Indonesia itu sangat penting.
Menurut hasil penelitian Irianti et al., (2019) bahwa faktor lingkungan telah terbukti berhubungan dengan stunting sebagai penyebab tidak langsung. (B-Adv)
