Pada kesempatan tersebut, Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar mengatakan, stunting secara fisik dan kognitifnya rendah. Sehingga produktifitasnya kurang dan kualitas manusianya rendah. Oleh karena itu, ke depan menjadi tidak kompetitif.

Lebih lanjut, Asmar menambahkan, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan stunting pada anak, yaitu kurangnya pengetahuan ibu mengenai gizi sebelum hamil, saat hamil, dan setelah melahirkan.

Asmar juga mengatakan, terbatasnya akses pelayanan kesehatan, termasuk layanan kehamilan dan setelah melahirkan serta kurangnya akses air bersih dan sanitasi jadi faktor penyebab stunting terjadi.

Selain sebagai upaya percepatan penurunan stunting, melalui Pro-PN tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui orientasi pemberdayaan ekonomi keluarga  serta dapat meningkatkan kesertaan ber-KB.

Baca Juga: Bersama TNI, BKKBN Sultra Genjot Penyuluhan Stunting