Ia menambahkan, kunci kesuksesan program adalah memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan semua pihak.

“Dalam  rangka hari bakti IBI pada bulan April, BKKBN akan membuat komitmen lebih awal dengan IBI diawal Februari sudah jalan, sehingga masa operasioanal lebih lama dan hasilnya lebih baik,” ungkapnya.

Syahruddin menerangkan, Januari Februari, Maret, diistilahkan bulan kreatifitas PLKB (Petugas Lapangan Keluarga Berencana). April bertepatan momentum HUT Sultra, bukan hanya pelayanan dan penyuluhan, tetapi ditambahkan seminar. Mei- Oktober akan perkuat baksos TNI. Juni bertepatan hari bakti Bhayangkara, kegiatan dilakukan hingga di kabupaten-kabupaten.

“Kita ingin lari cepat, sambil memperkenalkan logo baru BKKBN, tagline dan mars. Logonya diadopsi dari simbol cinta yaitu hati yang bermakna kasih sayang, simbol merangkul bermakna memfasilitasi dan menjadi patner, kupu-kupu bermakna proses metamorfosis dari ulat menjadi kupu-kupu indah, simbol angka delapan bermaksan BKKBN tanpa lelah akan terus menjadi patner,” katanya.

Baca Juga: Kakanwil Kemenag Tiba di Kendari, Terimalah Saya