Disdukcapil pun telah melakukan pengusulan blangko KTP langsung ke pemerintah pusat.

"Pembagian blangko dari pusat itu merata, sebelumnya kami sudah mengajukan 10000 buah, namun yang dikasih cuma 2000 dan itu tidak cukup," tuturnya.

Walau belum terpenuhi, pihaknya akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi ketersediaan blangko KTP, karena saat ini masyarakat yang banyak yang mendaftar untuk membuat KTP.

"Saat ini, perekaman membludak, karena banyak adik-adik kita yang tamat SMA jadi mereka sudah diwajibkan memiliki KTP," bebernya.

Lanjut Iska Yanti, walau terkendala dengan ketersediaan blanko KTP, namun pihaknya tetap melakukan perekaman KTP.