Untuk itu, lanjut dia, pihaknya membutuhkan peran serta seluruh pihak terkait, baik itu Disnakertrans se-Sultra, BLK UPTP, dan BLK Komunitas untuk duduk bersama melahirkan gagasan dan ide dalam pengembangan SDM sesuai kebutuhan masyarakat.
"Kita padukan dengan metode pelatihan kerja BLK Kendari, seperti boarding atau pelatihan yang siswa atau pesertanya diasramakan, kemudian non boarding atau peserta pelatihan tidak diasramakan. Namun lokasi pelatihannya tetap diselenggarakan di BLK Kendari, dan Mobile Training Unit (MTU) atau pelatihan yang diselenggarakan di luar Kota Kendari," jelasnya.
Baca juga: Hari Ini, 87 Pasien COVID-19 di Sultra Sembuh
Kondisi ini, lanjut mantan Kepala Bagian Rumah Tangga Kemnaker RI, tentu dapat mengurangi angka pengangguran secara signifikan dan meningkatkan kualitas SDM masyarakat Sultra secara universal.
"Targetnya, minimal dari ilmu pelatihan yang diperoleh telah mampu menolong mereka secara mandiri dan keluarganya atau orang banyak. Apalagi, dengan ilmu keterampilan itu, mereka juga mampu untuk membuka lapangan kerja baru," tandasnya.
