Karena, DD tersebut digunakan untuk BLT, maka, ia meminta seluruh desa untuk menyetopkan kegiatan fisik. Artinya, anggaran untuk yang sudah dialokasikan untuk kegiatan padat karya, dialihkan semuanya. Nah, bagi desa yang sudah terlanjur melaksanakan kegiatan, nantinya akan dicarikan solusi.

"Kita akan pilah dulu desa-desa yang sudah melakukan kegiatan fisik dan yang belum. Kalau desa yang belum, maka tinggal melakukan perubahan APBDes, sedangkan yang sudah, kita akan carikan solusi," ungkap mantan Plt Kepala BKPSDM itu.

Sementara itu, Kepala KPPN Raha, Sulistiyono menerangkan, jumlah penerima BLT yang bersumber dari DD sebanyak 15.804 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penerima BLT itu  menerima dana tiga bulan ditahap pertama sebesar Rp 600 ribu perbulan, kemudian tahap kedua Rp 300 ribu perbulan.

Bila penyalurannya hingga Desember, maka akan kembali ditambahkan dengan mengalihkan anggaran yang masih tersisa sekitar kurang lebih Rp 25,125 miliar dari total DD Rp 124,184 miliar untuk 124 desa.

"DD yang sudah tersalur sekitar Rp 99 miliar," pungkasnya. (B)