Oleh: Efriza

Dosen Ilmu Politik di Beberapa Kampus & Owner Penerbitan

PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) dalam minggu ini begitu populer menjadi pembicaraan publik. PSI sedang berupaya keras meningkatkan kualitas partai, agar meski tergolong sebagai partai gurem tetapi diperhitungkan, bahkan diharapkan PSI pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang dapat memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan.

Partai politik di Indonesia untuk dapat memenuhi persyaratan minimal kursi legislatif di Senayan, umumnya akan melakukan upaya ’bedol desa’ dari kader-kader partai politik lain. Perpindahan bersamaan beberapa politisi dan/atau elit-elit partai Nasdem ke PSI, menunjukkan PSI menggunakan cara instan untuk ke depannya diharapkan dapat memenuhi persyaratan minimal perolehan kursi di DPR, Senayan.

PSI menyadari di tahun keempatnya akan ikut Pemilu pada 2029 mendatang, memang wajib memperoleh kursi legislatif di Senayan. Sebab, Pemilu 2029 menjadi tahun pembuktian pengaruh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya yakni apakah masih cukup besar atau malah sudah menurun drastis.