“Secara umum musim hujan diprediksi akan datang lebih lambat, yaitu terjadi pada sekitar 446 ZOM (63,8%) di seluruh Indonesia. Sejumlah 22 ZOM (3,2%) diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang lebih awal atau maju,” jelas Ardhasena.

Ardhasena menambahkan, terdapat juga sekitar 56 ZOM atau sekitar 8,0% wilayah Indonesia yang diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang sama dengan rerata klimatologinya. Musim hujan 2023/2024, jelas Ardhasena, secara umum diprediksi akan bersifat normal, yaitu terjadi pada sekitar 566 ZOM (80,9%).

Namun, terdapat beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan dengan sifat atas normal (curah hujan lebih tinggi dari rerata) sebanyak 69 ZOM (9,8%), serta wilayah yang diperkirakan akan bersifat bawah normal 64 ZOM (9,1%).

Wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami musim hujan dengan sifat di bawah normal, sebut Ardhasena, mencakup sebagian kecil Sumatera Utara, Lampung bagian selatan, sebagian kecil Banten, dan sebagian kecil Jawa Barat.

Selanjutnya, Jawa Tengah bagian timur, Jawa Timur bagian selatan, sebagian Kalimantan Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah bagian utara, Papua Barat bagian selatan, dan Papua bagian barat.