Selain itu, tekanan rendah dan bibit siklon tropis di Laut Cina Selatan dan Filipina juga meningkatkan kecepatan angin dan gelombang laut di perairan sekitar.
Menurut Anwar Budi Nugroho, prakirawan BMKG Sangia Ni Bandera, fenomena La Nina yang diperkirakan akan berlanjut hingga Februari 2025 memperburuk kondisi cuaca ekstrem di wilayah tersebut.
Warga diimbau untuk waspada terhadap potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan aktivitas akibat jalan licin dan jarak pandang terbatas.
Baca Juga: Anggota DPR RI Jaelani Tuding Kegiatan Pertambangan Sumbang Kerusakan Hutan Sultra
Kepala BMKG Sangia Ni Bandera, Danu Triatmoko, juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem ini.
