Di sisi lain, BMKG menyatakan tidak ada peringatan untuk potensi curah hujan tinggi di wilayah Sulawesi Tenggara pada periode 21 hingga 31 Agustus 2026.

Peringatan kekeringan tersebut sejalan dengan kesiapsiagaan Pemerintah Provinsi Sultra menghadapi puncak musim kemarau.

Sementara itu, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, menegaskan penanggulangan bencana tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam kesiapan nyata di lapangan.

Hal itu disampaikan Andi Sumangerukka saat memimpin apel siaga dan simulasi penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan Provinsi Sultra di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Rabu (26/8/2026).

“Saya juga mengingatkan, jangan kita hanya berhenti di apel siaga dan simulasi, tetapi betul-betul menganggap bahwa kita betul-betul siap menghadapi bencana,” ujarnya.