Hal ini untuk mengantisipasi potensi tsunami seperti yang terjadi di Palu pada 2018,  dimana kejadian tsunami sangat cepat hanya dua hingga tiga menit setelah gempa terjadi.

Ia juga mengingatkan masyarakat di sekitar pantai untuk segera menyiapkan jalur evakuasi dan membuat tempat evakuasi sementara di tempat yang lebih aman.

Baca juga: Rekam Jejak Calon Kapolri, Dinilai Gagal Ungkap Penyiram Air Keras terhadap Novel Baswedan

Gempa Berulang

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, episenter Gempa Majene 14-15 Januari 2021 sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 km.