Raditya mengungkapkan, adapun jumlah kejadian berdasarkan jenis bencana alam hingga bulan kedelapan, banjir 726 kejadian, puting beliung 521, tanah longsor 367, kebakaran hutan dan lahan 256, gelombang pasang dan abrasi 24, kekeringan 16, gempa bumi 12 dan erupsi gunung api 5.
Sementara itu, bencana geologi, seperti gempa bumi, perlu menjadi perhatian bersama. Di tengah pandemi COVID-19, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat total kejadian gempa 804 kali selama Agustus 2020. Dari jumlah tersebut, gempa dengan magnitudo 7 terjadi sebanyak 27 kali, dan kurang dari magnitudo 777 kali. Sebanyak 49 kali gempa dirasakan oleh warga.
Sementara itu,Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, pada Agustus 2020 hanya terjadi satu kali gempa merusak di Desa Sungai Gerong, Kabupaten Lebong, Bengkulu.
“Gempa ini merupakan gempa kembar atau doublet earthquake yang terjadi pada 19 Agustus 2020 lalu dengan M6.6 dan M6.7,” ujar Daryono.
Berdasarkan analisis BMKG sepanjang Agustus 2020, sejumlah wilayah yang berada di dekat zona aktif gempa perlu diwaspadai.
