"Kejadian terakhir pada Desember 2022 tepatnya di rumah pelaku sekira pukul 01.00 Wita," pungkasnya.

Sementara, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melalui pengelola Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengatakan, pihaknya hadir untuk mendampingi korban sampai korban merasa tak perlu didampingi lagi serta pihaknya akan bersurat ke provinsi untuk melakukan medical chek-up.

Baca Juga: Polisi Periksa 5 Saksi KDRT yang Dialami Venna Melinda

"Besok akan dilakukan medical chek-up, serta akan meminta rujukan pihak provinsi agar dibawa ke psikolog sebab korban mengalami trauma," ujar Ayu Soraya.

Kemudian warga setempat tidak menduga akan terjadi kejadian seperti ini, pasalnya pelaku sangat ramah dan tergolong pendiam, justru warga kaget saat polisi datang ke rumah pelaku untuk menangkapnya atas kasus tersebut.