Ia menambahkan, setelah mengetahui kejadian tersebut. Ia langsung mendatangi rumah salah satu pelaku hingga sempat terjadi adu mulut karena menurut ibu korban, salah satu ibu pelaku tidak terima anaknya disalahkan. Sementara orang tua tiga pelaku lainnya sudah mengakui kesalahan anaknya dan meminta maaf kepada keluarga korban.
"Anakmu itu yang salah bukan anakku," kata Fransiska menirukan ucapakan salah satu ibu pelaku yang masih tetangganya sendiri. Hal itu sangat disayangkan keluarga korban, terlebih lagi korban saat ini enggan ke sekolah karena malu dan takut dibuli oleh teman-teman sekolahnya.
"Sejak hari itu anak saya ini tidak berani lagi ke sekolah, dia takut diolok-olok sama teman sekolahnya," keluhnya.
Menurut bibi korban, Ayu, kasus perundungan itu telah dilaporkan ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan Dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Buton dan kepala desa setempat.
"Rencananya akan diadakan pertemuan antara keluarga korban dan pelaku di kantor desa yang didampingi UPTD PPA Buton untuk mencari penyelesaian kasus perundungan ini," tutur Ayu.
