Baca Juga: Penuhi Kehidupan di Balik Tumpukan Sampah
Rasa lelah tak lagin ia rasakan ketika memikirkan beban hidup yang ia jalani, bahkan jagung rebus satu loyang besarpun menjadi ringan dengan harapan tegantikan oleh uang hasil jualannya tiap hari.
Menjual jagung tentu bukan menjadi keinginannya, namun apalah kondisi ekonomi yang pas-pasan harus merasakan penderitaan dikala usia masih ingin merasakan kenyamanan bermain dan pendidikan.
Sebelumnya ia mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar, namun harus berhenti dan mengikhlaskan masa depannya demi menjadi tulang punggung keluarga sebagai penjual jagung rebus.
Banyak cita-cita yang ia inginkan, namun tak bisa lagi diungkapkan dengan kata karena kepasrahan akan keadaan yang dialami begitu pedih.
