Namun ia bertanya-tanya jagung yang banyak itu dijunjung di atas kepala bagaimana apakah tidak akan kesusah berjalan karena beban di atas kepala.
"Saya kasihan anak seusianya seharusnya sekolah, namun karena ekonomi harus banting tulang juga apalagi jadi tulang punggung," katanya.
Sementara, Jaelani yang turut membeli jagung rebus juga terharu, menanyakan keberadaan orang tuanya namun turut dijawab Riko, ia tinggal bersama sang nenek karena kedua orang tuanya sudah bercerai.
"Saya lihat sedih sekali pas dia angkat loyang jagung rebusnya itu harus dibantu, bagimana beratnya kalau sudah di atas kepala," kata Jaelani. (A)
Penulis: Erni Yanti
