KENDARI, TELISIK.ID - Seorang bocah, Muhammad Ikhsan (13), harus berjualan Es Dawet keliling demi membantu keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Agus (40) dan Ningsih (36) mengaku, berjualan Es Dawet sejak kelas dua SMP.

Dengan hanya bermodal topi untuk melindungi kepalanya dari sengatan sinar matahari, ia berkeliling di sekitaran Universitas Halu Oleo (UHO) untuk menjajakan jualannya ke setiap orang.

"Panas memang tapi mau diapakan namanya juga kerja. Saya menjual es ini karena ingin bantu meringankan beban orang tua, juga untuk tambah-tambah uang jajan," kata Iksan, Kamis (27/8/2020).

Ia juga mengaku, ini adalah inisiatif dari dirinya sendiri dan tidak ada tekanan dari orang tuanya, karena melihat ayahnya hanya bekerja sebagai buruh kampas yang memiliki penghasilan di bawah rata-rata, sedangkan ibunya juga hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, maka dari itu ia memutuskan untuk membantu orang tuanya untuk bekerja.