Baca juga: Penjual Ikan Keliling di Muna Berhasil Sekolahkan Kelima Anaknya hingga Wisuda

"Justru orang tuaku larang saya untuk kerja begini, karena takut terganggu sekolahku," ungkapnya.

Bocah yang telah menginjak bangku kelas tiga SMP ini mengatakan, penghasilan yang ia terima per hari juga tidak terlalu banyak kerena jajakan bukan miliknya sendiri.

"Kalau dapat Rp 300.000 berarti bagianku Rp 75.000, kalo Rp 250.000 berarti Rp 55.000, memang begitu harus bagi hasil," katanya.

Ia juga mengaku, selama ia berjualan Es Dawet nilainya di sekolah tidak pernah rusak, bahkan dengan susahnya ekonomi yang ia alami semakin bersemangat untuk mengubah kehidupan keluarganya.