Peristiwa ketiga juga serupa. MA kembali mengalami sakit fisik hingga kehilangan nafsu makan. Setelah didesak secara halus oleh keluarganya, ia kembali mengakui dibully.
Kali itu, paman MA turut mendatangi sekolah dan pihak pelaku dengan meminta dilakukan tindakan tegas agar kejadian serupa tak terulang.
Namun ironis, perundungan keempat kembali terjadi pada Kamis, 24 Juli 2025. Saat waktu istirahat di sekolah, MA mengaku diajak bertengkar oleh pelaku yang merupakan komplotan yang pernah merundungnya.
Karena tidak merespons, ia kemudian ditendang di bagian kaki dan dipukul pada bahu belakangnya. MA sempat membalas karena refleks, tetapi pelaku membalas lebih keras dengan menendang bagian perut MA.
“Pelaku menendang perut anak saya, tepat di bawah tulang rusuk. Anakku langsung menangis,” jelas Ratna.
